ALAMAT - CIATER BARAT Rt 5 Rw 2 Jln. PONPES AINUROHMAH SERPONG TANGERANG INDONESIA

Kamis, 14 Februari 2013

memaafkan adalah bukan terhina namun mulya

Memaafkan itu Indah

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

SALING MEMAAFKAN ITU INDAH…

.
Siapa di antara kita yang tak pernah melakukan kesalahan?
Siapa pun kita pasti ada melakukan kesalahan, kekhilafan, dan kealpaan. Tak pelak, manusia itu pulalah yang menjadi tempat “bersemayamnya” kesalahan.
Tinggal lagi soal kualitas dan kuantitas kesalahan itu sendiri. Soal kualitas, artinya menyangkut kadar atau berat, dan soal kuantitas menyangkut banyak atau seringnya Ada pun segala besaran kesalahan itu ada cara dan alamat penyesaiannya untuk seseorang memperbaiki agama.
Walaupun Allah telah banyak menjelaskan dalam firman- firman Nya, bahwa salah satu ciri orang yang bertaqwa adalah memaafkan kesalahan orang lain, namun dalam prakteknya memaafkan adalah bukan perkara yang mudah.
|
Masih ingatkah kita akan kisah Abu Bakar As-Shiddiq yang pada suatu hari bersumpah untuk tidak lagi membantu Misthah bin Atsatsah, salah seorang kerabatnya?
Begitu berat kenyataan itu bagi beliau karena Misthah bin Atsatsah telah ikut menyebarkan berita bohong tentang putri beliau yaitu siti Aisyah. Tetapi Allah yang maha Rahman melarang sikap Abu Bakar tersebut, sehingga turunlah ayat ke-22 dari surah An-Nur.
Janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka tidak akan mem beri (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah. Hendaklah mereka memaafkan dan berla pang dada. Apakah ka mu tidak ingin agar Allah meng ampunimu? Sesungguhnya, Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nur: 22)
Ayat ini mengajarkan kepada kita agar melakukan sebuah hal mulia kepada orang yang pernah berbuat dosa kepada diri kita, yaitu memaafkan.Dan sebuah kemaafan masih belum sempurna ketika masih tersisa ganjalan, apalagi dendam yang membara didalam hati kita.
|
BERMAAF-MAAFAN adalah antara sifat terpuji yang perlu dilakukan sepanjang masa.
Allah Azza wa Jalla berfirman.
“Dan perbuatan kamu bermaaf-maafan (halal-menghalalkan) lebih dekat kepada taqwa”. (Surah al-Baqarah, ayat 237)
Menurut Imam Al-Ghazali, pengertian maaf itu ialah apabila anda mempunyai hak untuk membalas, lalu anda gugurkan hak itu, dan bebaskan orang yang patut menerima balasan itu, dari hukum qisas atau hukum denda.
Dalam sebuah hadis qudsi Allah Azza wa Jalla berfirman.
Nabi Musa telah bertanya kepada Allah, wahai Tuhanku!, manakah hamba-Mu yang lebih mulia menurut pandanganMu?
Allah Azza wa Jalla berfirman.
Ialah orang yang apabila berkuasa (menguasai musuhnya) dapat segera memaafkan.”
Daripada hadis itu, Allah menjelaskan bahawa hamba yang mulia di sisi Allah adalah mereka yang berhati mulia, bersikap lembut, mempunyai toleransi tinggi dan bertolak ansur terhadap musuh.
Dia tidak bertindak membalas dendam atau sakit hati terhadap orang yang memusuhinya, walaupun telah ditawannya, melainkan memaafkannya karena Allah semata-mata. Orang yang seperti inilah yang dikenali berhati emas, terpuji kedudukannya di sisi Allah. Memaafkan lawan di mana kita berada dalam kemenangan, kita berkuasa, tetapi tidak dapat bertindak sekehendak hati. Inilah sifat mulia dan terpuji.
Allah Azza wa Jalla berfirman.
Dan bersegeralah kamu kepada (mengerjakan amal yang baik untuk mendapat) keampunan daripada Tuhan kamu, dan mendapat syurga yang bidangnya seluas segala langit dan bumi, yang disediakan bagi orang yang bertakwa.” (Surah Ali Imran, ayat 133-134)
Ayat itu membuktikan bahawa orang yang menahan kemarahannya, termasuk dalam golongan Muttaqin iaitu orang yang bertakwa kepada Allah. Tambahan pula Allah akan memberikan pengampunan kepada mereka, lalu menyediakan mereka balasan syurga. Alangkah besar dan hebatnya ganjaran bagi manusia pemaaf.

Mema’afkan dalam Islam

Memaafkan kesalahan seseorang adalah tanda orang yang bertakwa. Wajib memberi maaf jika telah diminta dan lebih baik lagi memaafkan meskipun tidak diminta.
Sifat ‘tak kenal maaf’ atau ‘tiada maaf bagimu’ adalah sifat syaitan. Ia akan membawa keretakan dan kerusakan dalam pergaulan bermasyarakat. Masyarakat aman damai akan terwujud jika anggota masyarakat itu memiliki sikap pemaaf dan mengerti bahwa manusia tidak terlepas dari pada salah dan alpa.
Imam Al-Ghazali memberi tiga panduan bagi memadamkan api kemarahan dan melahirkan sifat pemaaf. Apabila marah hendaklah mengucap “A’uzubillahiminassyaitanirrajim” (aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang direjam).
Apabila marah itu muncul ketika berdiri, maka hendaklah segera duduk, jika duduk hendaklah segera berbaring.  Orang yang sedang marah, sunat baginya mengambil wuduk dengan air yang dingin. Hal ini kerana kemarahan itu berpunca daripada api, manakala api itu tidak boleh dipadamkan melainkan dengan air.
|
Mudah memaafkan, penyayang terhadap sesama Muslim dan lapang dada terhadap kesalahan orang merupakan amal shaleh yang keutamaannya besar dan sangat dianjurkan dalam Islam.
Allah Azza wa Jalla berfirman.
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan perbuatan baik, serta berpisahlah dari orang-orang yang bodoh. [al-A’raf/7:199]
Dalam ayat lain, Allah Azza wa Jalla berfirman.
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah, kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. [Ali Imran/3:159]
Bahkan sifat ini termasuk ciri hamba Allah Azza wa Jalla yang bertakwa kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya.
الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
(Orang-orang yang bertakwa adalah) mereka yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya serta (mudah) memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. [Ali-Imran/3:134]
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam secara khsusus menggambarkan besarnya keutamaan dan pahala sifat mudah memaafkan di sisi Allah Azza wa Jalla dalam sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
Tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan pemberian maafnya (kepada saudaranya) kecuali kemuliaan (di dunia dan akhirat)
Arti bertambahnya kemuliaan orang yang pemaaf di dunia adalah dengan dia dimuliakan dan diagungkan di hati manusian karena sifatnya yang mudah memaafkan orang lain, sedangkan di akhirat dengan besarnya ganjaran pahala dan keutamaan di sisi Allah Azza wa Jalla.
|
Sepasang suami istri yg sedang berjalan melintasi gurun pasir. Ditengah perjalanan, mereka bertengkar & suaminya menghardik istrinya dgn sangat keras….
Istri yang kena hardik, merasa sakit hati, tapi tanpa berkata-kata, dia menulis di Atas Pasir :
” HARI INI SUAMIKU MENYAKITI HATIKU “
Mereka terus berjalan, sampai menemukan oasis dimana mereka memutuskan untuk mandi.
Si Istri, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, namun pada akhirnya berhasil diselamatkan Suaminya. Ketika sang istri mulai siuman & rasa takutnya hilang, dia menulis di Sebuah Batu :
” HARI INI SUAMIKU YANG BAIK MENYELAMATKAN NYAWAKU”
Suami bertanya :
Kenapa setelah aku melukai hatimu, kamu menulisnya di Atas Pasir & sekarang kamu menulisnya di Atas Batu?
Istrinya menjawab :
Saya menulis di Atas Pasir agar angin maaf datang berhembus & menghapus tulisan itu…
Dan bila sesuatu hal baik diperbuat suamiku, aku harus memahatnya di Atas Batu, agar tidak bisa hilang tertiup angin.
BELAJARLAH UNTUK SELALU BISA MENULIS KESALAHAN SESEORANG DI ATAS PASIR, AGAR ANGIN MAAF DATANG BERHEMBUS & MENGHAPUS TULISAN ITU.
Karena Terkadang 10 kebaikan seseorang bisa terlupakan hanya karena 1 kesalahan. Padahal manusia itu tidak ada yang sempurna & semua orang itu pasti pernah melakukan kesalahan.
Belajarlah untuk bisa saling memaafkan, karena Allah saja selalu memaafkan kesalahan hambanya, kenapa kita tidak bisa memaafkan kesalahan orang lain.
|
Belajarlah untuk selalu mengingat kebaikan orang lain
walaupun kebaikan itu hanya sebutir beras
Belajarlah untuk memahami perbedaan &
berani menerima perbedaan dalam hidupmu.
Karena semua manusia pasti berbeda & tidak ada manusia yang sempurna

jangan pernah menghina (latah zan)


Sesungguhnya kita akan mendapatkan pahala dikarenakan kesabaran kita menghadapi cercaan dan hinaan itu. Dan cercaan mereka itu pada dasarnya pertanda bahwa kita memiliki harga dan derajat. Sebab, manusia tidak akan pernah menendang bangkai anjing dan orang-orang yang tak berharga pastilah tak akan pernah terkena sasaran pendengki. Artinya manakala cercaan dan hinaan yang kita terima semakin pedas, maka semakin tinggi pula harga kita.
“mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja.” (QS. Ali Imran : 111)
“Dan, janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.” (QS. An-Nahl:127)
“Dan, janganlah kamu hiraukan gangguan-gangguan mereka dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukup Allah sebagai pelindung.” (QS. Al-Ahzab: 48)
“Maka, Allah membersihkannya dari tuduh-tuduhan yang mereka katakan.” (QS.Al-Ahzab: 69)
Karena pedengki tidak akan pernah mengakui kebenaran yang kita lakukan. Apapun kebaikan yang kita perbuat di mata pendengki itu adalah suatu yang sangat menyakitkan baginya dan dia akan berusaha bagaimanpun juga untuk mencari celah bagaimana cara menghina, mencerca dan menjatuhkan harga diri/kehormatan kita di depan orang banyak/umum. Sebelum dia berhasil menghasut orang-orang maka belum ada kepuasan dalam diri pendengki bahkan boleh dikatakan walaupun dia sudah berhasil menghasut orang-orang tetap aja tidak akan pernah ada kepuasan dalam diri sipedengki. Karena di hatinya penuh dengan bara dendam yang akan memakan jiwa dan raganya sendiri tanpa dia sadari.
Seorang penyair berkata,
“Niscaya terhadap orang-orang mulia itu selalu ada yang mendengki dan tak kan kau jumpai orang-orang hina itu di dengki.”
Penyair lain berkata,
Aku berjumpa dengan orang bodoh yang mencelaku
Ku tinggalkan ian seraya berkata, “aku tidak peduli”

Penyair lain berkata,
Jika orang bodoh bicara, jangan kau timpali
Sebab sebaik-baik jawaban baginya adalah diam seribu bahasa

Meski demikian, tak ada salahnya bila orang-orang yang bodoh itu sesekali dilawan atau di tantang. Atau katakan saja pada mereka,
Jika kebaikan yang tampak pada perbuatanku adalah dosa-dosa, maka katakalah kepadaku, bagaimana aku harus meminta maaf.
Seorang sastrawan Barat mengatakan,”Lakukan apa yang kau pandang benar, dan palingkan punggungmu dari semua celaan dan kritikan yang tak berharga.”
Ada beberapa hal yang perlu kita renungkan dan kita coba:
1.Jangan pernah membalas cercaan atau olok-olok yang melukai hati kita! Karena, kesabaran kita dalam menghadapi semua itulah yang akan dengan sendirinya mengubur kehinaan. Kesabaran adalah sumber kemuliaan, diam adalah sumber kekuatan untuk mengalahkan musuh, dan memaafkan adalah sumber dan tenaga untuk mencapai pahala dan kemuliaan.
2.Ingatlah! Separoh dari orang yang pernah mencerca atau menghina atau mengkritik kita itu akan melupakan cercaan mereka, seperti tidak sadar dengan apa yang mereka lontarkan, dan selebihnya tidak mengerti apa dan mengapa dia mencerca kita. Maka dari itu jangan pernah cercaan mereka mereka kita masukkan dalam hati dan jangan pula berusaha membalas apa yang mereka katakan itu. sebab tidak ada bedanya kita dengan mereka bila kita membalasnya.

Selasa, 12 Februari 2013

dilarang nya merayakan hari valentine days

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Boleh jadi tanggal 14 Pebruari setiap tahunnya merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh banyak remaja, baik di negeri ini maupun di berbagai belahan bumi. Sebab hari itu banyak dipercaya orang sebagai hari untuk mengungkapkan rasa kasih sayang. Itulah hari valentine, sebuah hari di mana orang-orang di barat sana menjadikannya sebagai fokus untuk mengungkapkan rasa kasih sayang.
Dan seiring dengan masuknya beragam gaya hidup barat ke dunia Islam, perayaan hari valentine pun ikut mendapatkan sambutan hangat, terutama dari kalangan remaja ABG. Bertukar bingkisan valentine, semarak warna pink, ucapan rasa kasih sayang, ungkapan cinta dengan berbagai ekspresinya, menyemarakkan suasan valentine setiap tahunnya, bahkan di kalangan remaja muslim sekali pun.
Perayaan Valentine’s Say adalah Bagian dari Syiar Agama Nasrani
Valentine’s Day menurut literatur ilmiyah yang kita dapat menunjukkan bahwa perayaan itu bagian dari simbol agama Nasrani.
Bahkan kalau mau dirunut ke belakang, sejarahnya berasal ari upacara ritual agama Romawi kuno. Adalah Paus Gelasius I pada tahun 496 yang memasukkan upacara ritual Romawi kuno ke dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu secara resmi agama Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine’s Day.
The Encyclopedia Britania, vol. 12, sub judul: Chistianity, menuliskan penjelasan sebagai berikut: “Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari .
Keterangan seperti ini bukan keterangan yang mengada-ada, sebab rujukannya bersumber dari kalangan barat sendiri. Dan keterangan ini menjelaskan kepada kita, bahwa perayaan hari valentine itu berasal dari ritual agama Nasrani secara resmi. Dan sumber utamanya berasal dari ritual Romawi kuno. Sementara di dalam tatanan aqidah Islam, seorang muslim diharamkan ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain, baik agama Nasrani ataupun agama paganis dari Romawi kuno.
Katakanlah: Hai orang-orang non muslim. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.
Kalau dibanding dengan perayaan natal, sebenarnya nyaris tidak ada bedanya. Natal dan Valentine sama-sama sebuah ritual agama milik umat Kristiani. Sehingga seharusnya pihak MUI pun mengharamkan perayaan Valentine ini sebagaimana haramnya pelaksanaan Natal bersama. Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang haramnya umat Islam ikut menghadiri perayaan Natal masih jelas dan tetap berlaku hingga kini. Maka seharusnya juga ada fatwa yang mengharamkan perayaan valentine khusus buat umat Islam.
Mengingat bahwa masalah ini bukan semata-mata budaya, melainkan terkait dengan masalah aqidah, di mana umat Islam diharamkan merayakan ritual agama dan hari besar agama lain.
Valentine Berasal dari Budaya Syirik.
Ken Swiger dalam artikelnya “Should Biblical Christians Observe It?” mengatakan, “Kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang berarti, “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa”. Kata ini ditunjukan kepada Nimroe dan Lupercus, tuhan orang Romawi”.
Disadari atau tidak ketika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Icon si “Cupid ” itu adalah putra Nimrod “the hunter” dewa matahari.
Disebut tuhan cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri. Islam mengharamkan segala hal yang berbau syirik, seperti kepercayaan adanya dewa dan dewi. Dewa cinta yang sering disebut-sebut sebagai dewa Amor, adalah cerminan aqidah syirik yang di dalam Islam harus ditinggalkan jauh-jauh. Padahal atribut dan aksesoris hari valentine sulit dilepaskan dari urusan dewa cinta ini.
Walhasil, semangat Valentine ini tidak lain adalah semangat yang bertabur dengan simbol-simbol syirik yang hanya akan membawa pelakunya masuk neraka,
naudzu billahi min zalik.
Semangat valentine adalah Semangat Berzina
Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran sikap dan semangat. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.
Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, petting bahkan kegiatan pribadi suami dan istriual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang, bukan nafsu libido biasa.
Bahkan tidak sedikit para orang tua yang merelakan dan memaklumi putera-puteri mereka saling melampiaskan nafsu biologis dengan teman lawan jenis mereka, hanya semata-mata karena beranggapan bahwa hari Valentine itu adalah hari khusus untuk mengungkapkan kasih sayang.
Padahal kasih sayang yang dimaksud adalah zina yang diharamkan. Orang barat memang tidak bisa membedakan antara cinta dan zina. Ungkapan make love yang artinya bercinta, seharusnya sedekar cinta yang terkait dengan perasan dan hati, tetapi setiap kita tahu bahwa makna make love atau bercinta adalah melakukan hubungan kelamin alias zina. Istilah dalam bahasa Indonesia pun mengalami distorsi parah.
Misalnya, istilah penjaja cinta. Bukankah penjaja cinta tidak lain adalah kata lain dari pelacur atau menjaja kenikmatan seks?
Di dalam syair lagu romantis barat yang juga melanda begitu banyak lagu pop di negeri ini, ungkapan make love ini bertaburan di sana sini. Buat orang barat, berzina memang salah satu bentuk pengungkapan rasa kasih sayang. Bahkan berzina di sana merupakan hak asasi yang dilindungi undang-undang.
Bahkan para orang tua pun tidak punya hak untuk menghalangi anak-anak mereka dari berzina dengan teman-temannya. Di barat, zina dilakukan oleh siapa saja, tidak selalu Allah SWT berfirman tentang zina, bahwa perbuatan itu bukan hanya dilarang, bahkan sekedar mendekatinya pun diharamkan.
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Jumat, 08 Februari 2013

Betapa sulitnya manusia bersyukur atas nafas yang masih berhembus di badan. Namun betapa mudahnya manusia mengeluh hanya karena kakinya menginjak kotoran

Orang yang mau mengakui kesalahan dan memperbaikinya dengan rendah hati akan dapat meningkatkan kebijaksanaanya

45 menit terasa terlalu lama untuk berzikir,tapi betapa pendeknya waktu itu untuk pertandingan sepakbola

Uang Rp 20,000an kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotak amal Masjid, tapi begitu kecil bila kita bawa ke Ramayana

Ketika kamu berkata jujur, tak ada yg harus kamu ingat. Ketika kamu berkata dusta, kamu harus mengingat setiap dusta yg terucap

Kadang kita lupa mensyukuri apa yg telah Tuhan anugrahkan pada kita, lihat sekelilingmu betapa indah dan sempurna Tuhan ciptakan semua, kenapa kita selalu mengeluh dengan keadaan kita??? Padahal masih banyak yg kurang beruntung dari kita, hey hidup tu cuma smentara jangan jadikan hidupmu percuma, hanya mengejar dunia

Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itu pula

Ingat! bahwa yang paling cerdas diantara manusia ialah yang paling banyak mempersiapkan kehidupan setelah mati

Selasa, 05 Februari 2013

Terlalu sunyi kehidupan ini tanpa kehadiran seorang sahabat yang sejati.
Bertambah sunyi tanpa sesiapa yang menemani.  Dalam mengharungi keindahan berteman dan bergembira, tentunya ada tercalit sedikit sebanyak sembilu yang terbenam di jiwa.  Namun, biasanya sahabat akan terus memendam rasa demi persahabatan yang dicinta.  Diamnya penuh doa agar persahabatan akan berlangsung dengan lebih sempurna.  Sebarang kekurangan akan bisa diperbaiki segera.
Tatkala berteman, jagalah tutur kata.  Bergurau menambah ceria, namun terlebih gurau juga kan menukar rasa.  Kita jangan samakan sahabat kita seperti kita.  Mungkin sesuatu yang boleh kita terima dan kita anggap simple, namun baginya sesuatu yang sensitive yang boleh mengundang sedikit hampa.
Selami hati sahabat kita, sepertimana kita mahu dia memahami kita dan menjauhi perbuatan-perbuatan yang tidak kita suka.
Seorang sahabat akan menerima segala baik buruk yang ada pada diri sahabatnya.  Kerana dia tahu, sahabatnya itu tidak sempurna dan sahabatnya itu memerlukan dia untuk sama-sama memperbaiki sebarang cela.  Jika kita hanya mencari kesempurnaan untuk menobatkan seseorang sebagai sahabat, kita sedang mencari bayang-bayang hitam yang sememangnya tidak akan pernah tergenggam.
Kau punya cara dan dia jua.
Janganlah kita mempersenda atau memperlekehnya hanya kerana caranya yang sedikit berbeza atau sedikit pelik berbanding orang lain.  Hormati caranya selagimana ia tidak menyalahi apa-apa.  Biarlah dia dengan sifat diamnya, kita tidak boleh memaksanya membuka mulut menjadi seperti yang kita suka.  Atau biarlah dia dengan kegirangannya,dan kita boleh untuk tumpang ceria.
Dan, paling penting.. seorang sahabat tidak akan pernah membuka cerita tentangmu kepada teman-teman yang lain.  Dalam erti kata lain, mengumpat! Sahabat akan selalu melindungi sahabatnya dari menjadi buah mulut orang lain.  Menegur tidak salah malah itulah tanda cinta.
Tapi, bagaimana caranya? Ajak dia berbincang dengan baik, bersemuka dua muka, dan bagitahu sedalamnya apa kesalahan yang telah diperbuat.  Bukannya kita mencari kesalahannya dan membuka sesi bual bertopikkan dia.
Jika sama-sama cuba mencari jalan penyelesaian, itu tidak mengapa.  Perindahkan cara supaya tiada hati yang akan terluka.  Apa guna persahabatan yang di luaran memang rapat tidak berjauhan, tetapi di hati menyimpan sesalan dan cemuhan.
Sahabat itu istimewa, kerana perhubungan sejati kerana Ilahi tidak akan terpisah, berjauhan akan bersambung melalui untaian doa yang tidak sudah, kematian ditemani kiriman-kiriman doa sebagai hadiah, dan inshaAllah bertemu pula nanti di alam syurga yang indah.

Senin, 04 Februari 2013

Ustadz Cerdas Renungkan Dakwah

Apa yang bisa diharapkan dari Ustadz sebagai aktivis dakwah seperti diri ini. Datang diri ini kepada dakwah dengan penuh keterpaksaan. Berat hati ini, lemah langkah ini, lesu membawa amanah dakwah. Atau sekedar mencari amanah yang mudah? Hem.

Nafsi nafsi, kenapa engkau melihat amal sebagai beban. Tapi pada saat yang sama engkau mengaku Ustadz sebagai aktivitis dakwah. Bukankah, dakwah itu dilakukan dengan keikhlasan, sedang ketika engkau beraktivitas pada urusan dunia engkau tidak merasa berat, tapi untuk urusan akhirat, kenapa engkau merasa berat? Bukankah, dakwah ini tidak memaksa untuk bergabung? Nafsi nafsi....

Kamis, 31 Januari 2013

Salam sahabat-sahabat yang dikasihi Allah sekalian…adakah kita selalu bertanya kenapa Allah memberi ujian ini dan itu kepada kita? Kenapa aku terpaksa menerima ujian ini? Seolah-olah manusia yang tidak ada iman dan kepercayaan kepada Tuhan. Siapakah kita untuk mempersoalkan apa yang telah diberikan Allah kepada kita.

Sedarlah bahawa..FIRMAN Allah SWT: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat seksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): " Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Berilah kemaafan kepada kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, Maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. (al-Baqarah: 286)

Ingatlah bahawa Allah tidak akan membebankan manusia mengikut kemampuannya dalam apa jua sekalipun, cuma kita sebagai manusia yang perlu pandai dalam mengatasi setiap ujian dan dugaan dalam kehidupan. Dia Allah ingin menguji setakat mana kebergantungan kita kepadaNya. Adakah dengan ujian itu kita mendekatkan diri kepada Allah atau kita semakin jauh dariNya. Subhanallah. Kuatkanlah diri kita untuk mendekatkan diri kepadaNya apabila dalam keadaan senang atau susah, keadaan bahagia atau menderita.

Setiap manusia akan menerima ujian yang berbeza-beza. Saya pernah mendengar kisah yang diceritakan  sahabat saya kepada saya. Melalui air mukanya saya dapat melihat penderitaan yang ditanggung olehnya. Penderitaan yang ditanggung oleh isteri kerana penipuan suaminya yang menggunakan tiket penceraian isteri pertama untuk perkahwinan satu lagi tanpa pengetahuannya. Betapa luluhnya hati seorang isteri apabila suaminya berkahwin dalam diam tanpa pengetahuannya. Suami apakah ini? Namun sahabat saya ini tetap setia dengan suaminya walaupun dia dapat tahu perkahwinan suaminya itu dari kawan-kawannya yang lain. Apabila ditanya kepada suaminya tentang itu, sehabisnya suaminya menafikan, sedangkan sudah terang lagi bersuluh.

Ya Allah. Ini adalah ujian yang diberikan Allah kepadanya. Bagaimana pula ujian yang diberikan kepada kita? Ini semua terpulang kepada kita bagaimana kita hendak menghadapi dugaan itu. Adakah ujian itu kita terima dengan hati yang ikhlas dan redha atau sebaliknya. Ujian Allah kepada manusia itu lebih ringan jika dibandingkan dengan ujian yang diberikan Allah kepada Nabi-nabi terdahulu.

Sebagaimana kita ketahui, Nabi Ayub dikurniakan kesempurnaan kehidupan oleh Allah SWT. Baginda dikurniakan harta yang banyak dan keluarga yang bahagia, tetapi kuasa Allah SWT lebih hebat apabila menguji baginda dengan menarik sedikit demi sedikit nikmat yang telah dikurniakan-Nya kepada Nabi Ayub.

Ia bermula dengan harta yang semakin berkurangan, anak-anak yang meninggal dunia dan seterusnya dengan penyakit sopak yang menjijikkan.

Mengenai pelbagai ujian itu Allah SWT berfirman, maksudnya:

"Dan sesungguhnya akan Kami berikan cubaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira bagi orang yang sabar, iaitu orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan, 'Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali'."

Walaupun diuji dangan begitu hebat sekali, beliau masih tetap percaya Allah SWT ada menyelitkan hikmah disebalik kedukaan ujian yang melandanya.

Akhirnya dengan sifat kesempurnaan Allah, segala ujian yang diberikan digantikan semula dengan kegembiraan dan Nabi Ayub a.s. dinaikkan darjat sebagai orang yang bersabar di atas ujian yang menimpa.

Moga Allah memberi taufiq ke atas diri kita dan dikurniakan kejayaan diatas amalan yang dilakukan.

"Ya Allah jangan Kau uji kami dangan ujian yang tidak tertanggung oleh kami, sesungguhnya kami hambaMu yang daif dan lemah."

"Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan. –Dr mindailmu

Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa sakit hati." -Drmindailmu

Jika kita serahkan seluruh jiwa raga kita kepadaNya sebagai hamba di muka bumi ini. Kita tidak akan mengeluh sedikit pun apa yang berlaku kepada kita. Wallahua'lam..semoga kita dapat muhasabah diri dan mendapat manfaat dari perkongsian ini.

Keutamaan Tak Berputus Asa untuk Bertaubat walau Berulangkali Jatuh Lagi dalam Maksiat

oleh Kisah Para Pendahulu Yang Sholeh pada 11 Oktober 2010 pukul 13:23 ·
Terkadang kita dibisikkan putus asa oleh syaithan bahwa dosa kita tidak akan lagi diterima oleh Allah swt dan menanamkan perasaan bahwa kita telah mempermainkan Allah dengan dosa yang kembali terulang setelah taubat.  Adalah kita semua  makhluk yang lemah dalam menahan godaan tanpa rahmat-Nya dan Allah benar-benar tahu hal itu.  Inilah kami sarikan beberapa pesan mulia dari Rasulullah saw dan pengikutnya.
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra bahwa dia mendengar Rasulullah saw berkata :
Ada seorang hamba jatuh dalam dosa lalu dia berkata, " Tuhanku, aku telah melakukan dosa, ampunilah aku. "  Maka Tuhannya berkata, " hamba-Ku ini tahu bahwa dia memiliki Tuhan yang bisa mengampuni dosa dan menghukum dosa. " Maka Allah pun memaafkannya.  Lalu berselanglah waktu selama yang dikehendaki Allah, lalu dia berbuat dosa lagi maka dia pun berkata, " Tuhan, aku berbuat dosa lagi ampunilah aku. " Maka Tuhannya berkata, " hamba-Ku ini tahu bahwa dia memiliki Tuhan yang bisa mengampuni dosa dan menghukum dosa. " Maka Allah pun memaafkannya. Lalu berlalulah waktu sampai yang Allah kehendaki dan hamba ini kembali melakukan dosa, maka dia berkata, " Tuhan, aku berbuat dosa lagi ampunilah aku. " Maka Tuhannya berkata, " hamba-Ku ini tahu bahwa dia memiliki Tuhan yang bisa mengampuni dosa dan menghukum dosa. Aku telah mengampuni dosanya maka berbuatlah sekehendaknya  " (H.R Bukhari- Muslim)  Ibn Rajab berkata : maksudnya selama dalam keadaan begitu (selalu bertaubat setiap berbuat salah).

Diriwayatkan At Tirmidzi dari jalan riwayat Abu Bakar ra : tidak dicap sebagai orang yang gemar berbuat dosa orang yang selalu bertaubat setiap kali berbuat dosa, walau dia berulang kali jatuh dalam dosa 70 kali sehari.  Diriwayatkan Al Hakim seseorang bertanya," wahai Rasulullah seseorang berbuat dosa ? "  Rasulullah saw menjawab, " dosanya dicatat. "  Orang itu berkata, " tapi dia kemudian memohon ampun ."  Rasulullah saw menjawab, " dia diampuni dan diterima taubatnya. " Orang itu berkata lagi, " tapi dia kemudian berbuat dosa lagi ? "  Rasul saw menjawab, " dicatat dosanya."  Orang itu berkata, " tapi dia memohon ampun lagi. "  Rasul saw berkata, " dia diampuni dan diterima taubatnya Allah tak pernah bosan (mengampuni) sampai kalian sendiri yang menjadi bosan (meminta ampun). "

Diriwayatkan dari Anas ra, seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw, ' wahai Rasulullah saya melakukan dosa, ' Rasul pun berkata, ' minta ampunlah. ' Laki-laki itu berkata lagi, ' aku sudah minta ampun tapi kemudian aku melakukan dosa lagi, ' Rasul pun berkata, ' kalau kamu mengulanginya, maka minta ampunlah lagi, ' Laki-laki itu kembali berkata, ' aku sudah meminta ampun lagi tapi kemudian aku jatuh lagi pada dosa, ' Rasul pun berkata, ' Kalau kamu melakukannya lagi, maka ulangilah minta ampun untuk yang ketiga kalinya atau keempat kalinya sampai syaitanlah yang menjadi capek (lemah) ' (H.R Ibn Abi Dunya).  Ali ib Abi Thalib ra berkata, " aku sangat berharap rasa penyesalan itu adalah taubat. " (At Taubat Ibn Abi Dunya)

Ada seseorang berkata pada Imam Hasan Al Bashri : tidakkah kita malu pada Allah kita meminta ampun lalu berbuat dosa lagi, kita meminta ampun lagi lalu berbuat dosa lagi.  Beliau berkata, setan senang kalau ada perasaan seperti itu pada kalian. Janganlah kalian bosan meminta ampun pada Allah, menurutku itu adalah akhlak seorang mukmin (setiap kali berdosa meminta ampun).  Imam Al Ghazali berpesan janganlah berhenti meminta ampun walau terus menerus berbuat dosa, siapa tahu Allah mewafatkan kita dalam keadaan kita meminta ampun.  -- Sesungguhnya Allah maha memberi rahmat dan Allah selalu mendahulukan kasih sayangnya daripada murkanya.  Abu Yusuf berkata : aku mendengar Abu Utsman Al Hindi berkata : tidak ada dalam Al Qur'an sebuah ayat pun yang lebih memotivasiku dan memberikan harapan selain ayat ini -- Dan ada pula orang yang mengakui dosa2 mereka, mereka mencampuradukkan perbuatan baik mereka dengan perbuatan buruk. Mudah2an Allah menerima taubat mereka sesungguhnya Allah maha pengampun lagi penyayang --(Ibn Abi Dunya).  Abu Laits Samarqandi berpesan agar kita juga tidak meninggalkan mengingat Allah walau hanya baru sebatas ucapan lisan dan belum benar-benar masuk ke dalam hati - termasuk mengucap astaghfirullah - mudah-mudahan dengan itu Allah memberi taufik rasa menyesal dalam hati dan taubat yang sebenarnya.  Meninggalkan amal zhahir karena belum mampu melibatkan hatinya adalah tipu daya syaithan sebagaiman pesan Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr. Wallahu A'lam

Rabu, 30 Januari 2013

Renungan untuk sahabatku :
“Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan..
Keyakinan hanya tinggal pemikiran, yang tak berbekas dalam perbuatan…
Banyak orang baik tapi tak berakal, ada orang berakal tapi tak beriman..
Ada lidah fasih tapi berhati lalai, ada yang khusyuk namun sibuk dalam kesendirian..
Ada ahli ibadah tapi mewarisi ke sombongan iblis, ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi..
Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat dan ada yang banyak menangis karena kufur nikmat..
Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat dan ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut..
Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan dan ada pezina yang tampil jadi figur menawan..
Ada orang punya ilmu tapi tak paham, ada yang paham tapi tak menjalankan..
Ada yang pintar tapi membodohi, ada yang bodoh tak tau diri..
Ada orang beragama tapi tak berakhlak dan ada yang berakhlak tapi tak bertuhan..
Lalu di antara semua itu di mana aku berada..?”
[Ali bin Abi Thalib]-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Selasa, 29 Januari 2013

DENI DJOCAMERS JOKAM TANGERANG COMMUNITY: Djocamers Mencari Surga met pagi kawansemua,,, sal...

DENI DJOCAMERS JOKAM TANGERANG COMMUNITY: Djocamers Mencari Surga met pagi kawansemua,,, sal...: Djocamers Mencari Surga met pagi kawansemua,,, salam slu tuk kalian. aku punya renungan nih buat qita semua.... kemarin siang di...
met pagi kawansemua,,, salam slu tuk kalian. aku punya renungan nih buat qita semua....
kemarin siang dirumah ku hujan lebat sekali... pas itu aqu mau jemput sekolah,,, pas sampe di sd rawa buntu 3 hujan itu gerimis sedang,, dan ketika ku melewati anggrek loka itu drastisssss panas ga hujan sama sekali... ku berpikir dalam lamunan,, kuasa alloh sangatlah agung,,, itu merupakan tanda kekuasaan alloh dan ayat bagi orang yg mau beriman.
tapi kenapa ya manusia sediktpun tidak takut akan azab alloh sehingga mereka sibuk akan dunia .waktu nya ibadah tidak ibadah.bisa aja alloh datangkan siksa bagi manusia.ingatkah kejadian sunami di aceh itu merupakan siksa alloh yg belum seberapa... apakah kalian masih mau meninggalkan solat... apala ta qilun?
Djocamers Mencari Surga
♥ RENUNGAN DAN INSPIRASI ♥
KEKAYAAN BUKANLAH HARTA.
UKURAN UNTUK MERAIH KEBAHAGIAAN,DALAM HIDUP.
HARTA KEKAYAAN SERING MENGGANGU HIDUP MANUSIA.
MANUSIA MENJADI BINGUNG DAN RESAH OLEH BANYAKNYA HARTA KEKAYAAN ITU.
... FAKTANYA,UANG TIDAK PERNAH MEMBUAT MANUSIA KAYA.
MEREKA YANG SUDAH KAYA MASIH SAJA TETAP MERASA KURANG.
MEREKA MENCARI DAN MENGEJAR UANG YANG LEBIH BANYAK LAGI.
FILSUF LUCIUS ANNAEUS SENECA BERKATA,UANG BELUM PERNAH MEMBUAT ORANG MENJADI KAYA''.SEBALIKNYA UANG JUSTRU MEMBUAT QTA MISKIN,MERASA KURANG DAN TAMAK,BAHKAN TIDAK PEDULI SEBANYAK APAPUN UANG YG TLAH KITA MILIKI
KARENA ITU,ORANG BERIMAN MESTI SELALU WASPADA SAAT BERHADAPAN DENGAN UANG.
UANG BISA MEMBAWA BAHAGIA BAGI HIDUP.TETAPI UANG JUGA BISA MEMBAWA BENCANA BAGI HIDUP.♥

Harta bukan segala nya

Djocamers Mencari Surga
♥ RENUNGAN DAN INSPIRASI ♥
KEKAYAAN BUKANLAH HARTA.
UKURAN UNTUK MERAIH KEBAHAGIAAN,DALAM HIDUP.
HARTA KEKAYAAN SERING MENGGANGU HIDUP MANUSIA.
MANUSIA MENJADI BINGUNG DAN RESAH OLEH BANYAKNYA HARTA KEKAYAAN ITU.
... FAKTANYA,UANG TIDAK PERNAH MEMBUAT MANUSIA KAYA.
MEREKA YANG SUDAH KAYA MASIH SAJA TETAP MERASA KURANG.
MEREKA MENCARI DAN MENGEJAR UANG YANG LEBIH BANYAK LAGI.
FILSUF LUCIUS ANNAEUS SENECA BERKATA,UANG BELUM PERNAH MEMBUAT ORANG MENJADI KAYA''.SEBALIKNYA UANG JUSTRU MEMBUAT QTA MISKIN,MERASA KURANG DAN TAMAK,BAHKAN TIDAK PEDULI SEBANYAK APAPUN UANG YG TLAH KITA MILIKI
KARENA ITU,ORANG BERIMAN MESTI SELALU WASPADA SAAT BERHADAPAN DENGAN UANG.
UANG BISA MEMBAWA BAHAGIA BAGI HIDUP.TETAPI UANG JUGA BISA MEMBAWA BENCANA BAGI HIDUP.♥

Senin, 28 Januari 2013

´ ♥♥ `• Renungan Dosa •´ ♥♥ `•

Diperbarui sekitar 9 bulan yang lalu
♥♥ `•.¸.•´ ♥♥ `•.¸.•´ ♥♥ `•.¸.•´ ♥♥ `•.¸.•´ ♥♥ `•.¸.•´ ♥♥ ·٠•. Bersama Meraih Ridho Illahi •٠· بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ •´ ♥♥ `• Renungan •´ ♥♥ `• Sahabat BMRI..... Banyak tetesan air mata, yang terbuang sia2, karena hal yang TIDAK Pantas untuk ditangisi, menangislah karena Dosa-dosa yang telah kita perbuat..:( Mengapa begitu mudah kita menangis, dengan permasalahan yang sedang di hadapi. TAPI, begitu SULIT untuk menangis karena BANYAKnya dosa.., Tangisilah dosa-dosa kita, mumpung masih di Dunia daripada nanti menangis di Akhirat hadapanNYA, memohon ampun dengan airmata darah..! Na'udzubillah.. Ketahuilah ..., seorang yang menangis karena dosanya dan merasa takut pada Al-HAK, maka air mata itu akan menjadi SAKSI di akhirat kelak.. Karena dengan mengingat kesalahan yang terdahulu, maka akan terukur untuk menjadi pribadi yang baik. Semoga,,, Aamiin. Ya Samii… Berilah diriku rasa Takut kepada_Mu sebagai penghalang Maksiat.. Anugrahkanlah ketaatan kepada_Mu sebagai penghantar ke surga_Mu. Curahkanlah keyakinan untuk meringankan musibah hidupku Limpahilah kepuasaan dalam pendengaranku,penglihatanku dan kesehatan selama Engkau berikan kehidupanku… Ya Muhaimin….. Benahilah Agamaku sebagai penjaga urusanku Benahilah duniaku tempat kucari penghidupanku. Benahi Akhiratku tempatku kembali Dan jadikanlah Al qur’an sebagai hujah bagiku… Ya Waliyu… Tatkala kegelapan menyelimutiku dan segalanya kacau Engkau hadir bagaikan pelita terang.. Kumohon… Jadikanlah sebaik-baiknya umurku di Akhir usiaku Hariku yang terbaik di saat ku menjumpai_Mu kelak… Aamiin allahumma aamiin.. ♥♥ `•.¸.•´ ♥♥ `•.¸.•´ ♥♥ `•.¸.•´ ♥♥ `•.¸.•´ ♥♥ `•.¸.•´ ♥♥

Minggu, 27 Januari 2013

وَ قَالَ بَعْضُ السَّلَفِ لِابْنِهِ : إِذَا دَعَتْكَ نَفْسُكَ إِلٰى كَبِيْرَةٍ فَارْمِ بِبَصَرِكَ إِلَى السَّمَاءِ وَاسْتَحِ مِمَّنْ فِيْهَا فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ وَاسْتَحِ مِمَّنْ فِيْهَا فَإِنْ كُنْتَ لَا مِمَّنْ فِى السَّمَاءِ تَخَافُ وَلَا مِمَّنْ فِى الْأَرْضِ يَسْتَحْيِىْ فَارْمِ بِبَصَرِكَ إِلَى الْأَرْضِ فَاعْدُدْ نَفْسَكَ فِى عَدَدِ الْبَهَاىِٔمِ (تنبيه الغافلين ١٧٣)

Sebagian salaf (orang kuno) berkata pada anaknya : “ Jika hawa nafsumu mengajakmu untuk melakukan dosa besar, maka buanglah pandanganmu ke langit dan malulah pada orang di dalam langit ( yakni Alloh dan para malaikat). Jika kamu tidak dapat berbuat demikian maka buanglah pandanganmu ke bumi dan malulah pada orang2 di dalam bumi. Jika kamu tidak takut pada orang di dalam langit dan tidak malu pada orang di dalam bumi, maka anggaplah dirimu dalam hitungan seekor binatang” (Tanbiihul ghoofilin : 173

Kamis, 24 Januari 2013



Kenapa kita tidak bersyukur
Di suatu waktu, di suatu tempat, aku seperti terlahir kembali. Usia yang terus bertambah, kehidupan yang terus bergulir, semakin menambah mutu hidup ini.  Laksana air mengalir. Satu  per satu pencerahan datang, seiring kesabaran yang terus bertambah dan mengembang. Kehidupan adalah pembelajaran.
Nun jauh di sana, banyak anak manusia masih berkubang dengan keluh - kesah hidup dan kehidupan.  Persangkaannya menuntun pada kondisi bahwa dirinya adalah orang yang paling menderita sedunia. Dari dulu hanya sedih dan duka saja yang diterima. Rasanya tidak ada sebentuk kebahagiaan yang mampir kepadanya. Rangkumnya; jauh dengan kebahagiaan dan akrab dengan penderitaan. Adakah kehidupan berwajah seburuk itu?
Dari dulu, orang – orang tercerahkan selalu menjadi pusat perhatian. Fas’aluu ahladz dzikri inkuntum laa ta’lamuun.  Bukan karena tabungan harta dan tumpukan kekayaannya, melainkan – kalimat hikmah - sikap lembutnya terhadap kehidupan ini. Tutur katanya indah. Gerak – gerikanya menawan. Sikapnya menyejukkan. Pribadinya mendamaikan. Maka, awam melihat seolah kehidupan selalu berpihak kepadanya. Tak pernah terlihat sedih, bahagia selalu. Beruntung terus. Tak kenal sial. Tak heran, orang tercerahkan sekaligus menjadi tempat bertanya. Harapannya berkah mengalir dari tutur katanya, menyirami hati – hati yang lagi mati, jiwa – jiwa yang tak sadar diri, sehingga hidup bersinar kembali. Dan selarik indah kata yang sering terucap dalam menghadapi berbagai masalah hidup ini adalah; kenapa kita tidak bersyukur?
 “Ya…, aku mengerti apa yang Anda alami. Tidak hanya Anda, akupun dulu begitu. Sama. Pernah mengalami hal itu, bahkan lebih dan mungkin banyak lagi orang lainnya. Sekarang aku akan mengambil satu kertas putih ukuran A4 yang kosong dan kita lihat apa yang bisa kita lakukan dengannya. Sekarang, perhatikan apa yang Anda lihat ?”, ucap sang bijak kepada sang penanya sambil menunjukkan kertas A4 itu kepadanya.
“Aku tidak melihat apa-apa. Hanya kertas  A4. Semuanya putih. Kosong”, jawabnya.
“Ya, Anda benar.” Kemudian sang bijak mengambil spidol hitam dan membuat satu titik di tengah kertasnya. Kemudian ia meletakkan spidol dan mengangkat kertas itu ke hadapan si penanya, seraya berkata, “Nah…, sekarang aku telah membuat sebuah titik hitam di atas kertas itu. Sekarang apa yang Anda lihat?”.
“Aku melihat satu titik hitam,” jawab si penanya dengan cepat.
“Cobalah pastikan lagi! Apakah benar yang Anda katakan?” timpal sang bijak.
Tidak salah lagi, sebuah titik hitam,” jawab si penanya.
“Coba lagi! Pastikan. Benarkah?” timpal sang bijak.
“Ya, sebuah titik hitam. Tak salah,” jawab si penanya dengan yakinnya.
“Sekarang aku tahu masalah Anda. Dari tadi, kenapa hanya satu titik hitam saja yang Anda lihat dari kertas ini? Bukankah yang hitam hanya sedikit? Yang lainnya masih utuh putih bukan? Sekarang cobalah rubah sudut pandang Anda. Menurutku yang kulihat bukan titik hitam, melainkan tetap sebuah kertas putih meski ada satu noda hitam di dalamnya. Aku melihat lebih banyak warna putih dari kertas tersebut. Putih yang dominan. Bukan noktah hitamnya. Namun, kenapa Anda hanya melihat hitamnya saja, padahal itu hanya setitik?” penuturan sang bijak penuh makna.
“Sama dengan kertas putih tadi gambarannya, bukankah di sekeliling kita juga penuh dengan warna putih, yang artinya begitu banyak anugerah dan karunia yang telah diberikan oleh Allah kepada kita dibandingkan dengan noktah hitam berupa mushibah dan bencana? Itulah perbedaan kita. Itulah yang membedakan,” jelas sang bijak menutup tutur katanya yang penuh pesona.
“Fabiayyi Aalaa’i Robbikumaa Tukadz-dzibaan - Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang (bisa) kamu dustakan?” (QS ar-Rahmaan 13) Bahkan Allah mengulangnya sebanyak 31 kali dalam surat itu. Begitu mendasar, bersahaja, akan tetapi banyak mata hati tertutupi awan penghalang dan dilupakan begitu saja dari kalbu, tuk sekedar mengingatnya.
Dalam hidup, bahagia atau tidaknya hidup banyak ditentukan bagaimana sudut pandang kita memandang hidup itu kejadian per kejadian. Tahap demi tahap. Waktu demi waktu.  Jika kita selalu melihat titik hitam tadi yang bisa diartikan hanyalah potongan hidup yang berisikan kekecewaan, kekurangan dan keburukan dalam hidup, maka hal-hal itulah yang akan selalu hinggap dan memenuhi benak kita. Kekecewaan dan kekecewaan terus yang akan menemani sepanjang waktu. Namun sebaliknya, jika bisa memandang hal- hal yang positif, yang baik dan membahagiakan dalam hidup ini, hidup memanglah sebuah pemberian yang tiada duanya. Penuh suka-cita. Penuh warna. Karenanya, janganlah selalu melihat sebuah titik hitam saja dalam hidup ini? Ingatlah selalu: “Fabiayyi Aalaa’i Robbikumaa Tukadz-dzibaan - Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang (bisa) kamu dustakan?”

banjir

Banjir

Jakarta banjir lagi. Tak tanggung-tanggung, media memberikan headline bombastis; “Jakarta Lumpuh Total”.  Broadcast yang tajam dan menghunjam. Seorang kuli tinta dengan kreatifitasnya memberikan julukan lain buat Jakarta: "Jakarta Oceanorium". Apapun sebutannya, apapun julukannya, banjir memang langganan tahunan bagi Ibu Kota Republik ini. Jakarta, menurut cerita, lebih dari 40% wilayahnya di bawah ketinggian air laut. Parahnya, Jakarta juga dikepung 13 sungai beserta anak sungai dan sejumlah kanal. Belum lagi kawasan hulu Bopunjur, yang berperan besar dalam “kiriman”nya. Melihat situasi ini, memang seharusnya ada upaya khusus membebaskan Jakarta dari banjir. Dan Gubernur baru pun - Pak Jokowi – konon sudah punya rencana mengatasinya walau secara bertahap. Belum lagi beranjak dari rencana, sudah disuguhkan kenyataan banjir yang menggila di Jakarta ini. mau tak mau harus. Biayanya pasti sangat mahal. Tapi wajib dilakukan. Kalau dibiarkan begitu saja, pasti situasinya akan bertambah runyam dari waktu ke waktu.
 
Mungkin karena sudah menjadi langganan, terkadang kita menganggapnya biasa bukan bencana. Lihatlah wajah-wajah korban banjir, ketika muncul di televisi, kelihatan lebih banyak senyum daripada terlihat sedih dan frustrasi, walaupun berita-berita menyebutkan bahwa bantuan dari pemerintah belum sampai atau tidak sampai. Kebanyakan upaya dan bantuan, seperti evakuasi korban dan dapur umum, lebih banyak dilakukan swadaya oleh masyarakat di sekitarnya. Hal ini bisa ditengarai sebagai bagian bentuk penghayatan yang mendalam sebuah kesyukuran. Toh, dalam satu tahun paling hanya beberapa hari saja ketiban banjir. Lainnya masih bebas banjir. Tapi bisa juga perwujudan sebuah kepasrahan. Daripada berputus-asa dengan berbagai usaha dan janji yang akan menangani banjir ini dari pejabat public, mending dinikmati saja. Betapa mengharukannya.

Di samping cerita sedih karena kehilangan harta-benda bahkan nyawa, atau cerita kepasrahan seperti di atas, ada juga cerita kemanusiaan yang berbeda, yang menunjukkan kreativitas dan jiwa entrepreneur. Sepeti tampak di layar kaca, begitu banjir datang, beberapa anak muda langsung menjadi entrepreneur dadakan. Dengan modal gerobak sampah, mereka menyediakan jasa menyeberangi kawasan banjir dengan gerobak itu. Sekali menyeberang Rp 20.000. Lumayan ramai bisnis mereka. Juga tampak dari gambar-gambar itu, kebiasaan lama kita dimana hampir di setiap daerah tempat banjir meluap, banyak sekali orang menonton banjir, selain anak-anak yang riang bermain air. Jadi, banjir ternyata menjadi suatu hiburan dan seru juga. Banjir memiliki daya tarik sebagai tontonan.

Walaupun korban tampak pasrah, musibah bencana alam di negeri ini tetap menampilkan skenario lama; menyedihkan. Bangsa kita umumnya lemah di dalam masalah follow-up dan koordinasi. Dalam manajemen ada pemeo beken: "Leadership has to do with direction. Management has to do with the speed, coordination and logistics in going in that direction." Manajemen musibah banjir juga membutuhkan "leadership" dan "coordination". Mungkin musibah banjir kali ini bisa menjadi inspirasi tentang pendidikan dan pembelajaran yang pas pula soal follow-up dan koordinasi.

Sudah ada beberapa kemajuan dibanding tahun – tahun sebelumnya untuk masalah koordinasi ini, seperti pengumuman Jakarta menjadi daerah darurat bencana banjir. Bahkan ditetapkan sampai tanggal 27 Januari. Namun tetap saja masih spot center, dimana yang dikunjungi pejabat di situ banyak mendapat perhatian, sedangkan yang tidak diliput media atau didatangi pejabat, kadang masih tertinggal, tak terjamah dan tak terperhatikan. Lantaran kurang koordinasi, diduga lebih banyak lagi korban tidak terdata dan tidak pula tersentuh.

Pemerintah juga tidak menyediakan tempat pengungsian. Akibatnya, korban banjir mengungsi asal saja. Ada yang mengungsi di kuburan, bantaran sungai, bantaran kereta api, masjid, dan sekolah. Malah diberitakan, ada yang sampai mengungsi seadanya di emperan toko, mal, dan gedung-gedung komersial. Hal ini tak akan terjadi jika follow up dan koordinasi berjalan dengan baik. Ya begitulah wajah kita sementara ini.

Dari dimensi yang lain, peristiwa ini memberikan pelajaran kepada kita umat manusia. Apa yang sehari – hari kita butuhkan, kita cari dan menjadi teman, dekat dengan kita, pada saatnya bisa berubah menjadi bahaya dan bencana. Contohnya air, udara dan api. Manusia butuh air untuk minum, tetapi ketika Allah menurunkan air hujan yang begitu banyak, terjadilah banjir. Air bukan menjadi kebutuhan lagi, tetapi menjadi musuh bahkan kadang membinasakan. Tidak ada banjir yang lebih hebat disbanding banjir Nabi Nuh, dimana seisi dunia lenyap kecuali yang tinggal di perahu Nabi Nuh AS. Manusia juga butuh udara untuk bernafas, tetapi tornado adalah udara yang membinasakan. Kaum Nabi Luth habis oleh topan 7 hari 8 malam. Demikian juga dengan api untuk memasak. Kelebihan api menjadi mala petaka. Maka dari itu dalam Surat an-Naml : 72 Allah berfirman;
 ‘Katakanlah: "Mungkin telah membonceng kepadamu (berada di sekitarmu/dekat denganmu) sebagian dari azab yang kamu minta (supaya) disegerakan itu.”
 
Karena itu, mari belajar dari setiap peristiwa yang menghampar di depan kita. Jangan sia-siakan lewat begitu saja. Betapa pahitnya, betapa getirnya, tetap membawa pencerahan bagi jiwa kita yang bebas merdeka. Terlebih jika kita sudah memiliki kesabaran yang nyata, seperti kata WS Rendra : "Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja".  Sudahkah kita memilikinya?
 
SAPMB AJKH

Sabtu, 19 Januari 2013

menurut anda apa sih sebuah pernikahan itu?.... apakah harus memaksa orang tuk menikah ya?...
padahal yang menjalani nya merasa gak nyaman,merasa terusik hidupnya.
jelaslah terusik dan ga nyaman bgt... kalo orang sepengajian kita itu comel mengatakan kita kapan kawin, kapan nikah. aku pingin bgt mngatakan emang mau ngedanain tuk nikah ya? nyuruh orang nikah... sampe pusing mikirin tentang nikah,,

Jumat, 18 Januari 2013

kenapa aqu dalam kekalutan hidup. dalam hal jodoh ... kenapa semua orang ngusik dalam kpribadianku karna aku benci orang yg sllu mengusik dalam hal jodoh toh aqu yg jalani semua itu .. suka suka aqu mau nikah atau tidak simpel kan urusi saja keluarga masing -masing
kenapa kita tidak bersukur
sambungan yg kemarin.
dari dulu,orang2 tercerahkan slalu menjadi pusat perhatian. fas|aluu ahladz dzikri inkuntum laa ta lamuun.bkan krna tbgan hrta dan tumpukan kekayaannya, melainkan-kalimat hikmah-sikap lembutnya terhadap khdpan ini.tutur katanya indah. gerak-geriknya menawan.sikapnya menyejukkan.pribadinya mendamaikan.maka,awam mlhat seolah khdpan slalu berpihak kpdnya.tak prnah trlihat sedih,bahagia selalu.beruntung terus.tak knal sial.tak heran,orangtercerahkan sekaligus mnjdi tmpt brtnya.harapannya berkah mngalir dari tutur ktnya,mnyirami hati-hati yg lgi mati,jiwa-jiwayg tak sadar diri.hngga hidup bersinar kmbli.danselarik indah kata yg sering terucap dalam mnghdpi berbgai mslh hidup ini adlah:kenapa kita tidak bersyukur?
ya..., aku mngrti apa yg anda alami.tdk hnya anda,akupun dulu bgtu.sama.prnh mngalami hal itu,bhkn lbh dan mngkin bnyk lgi orang lainnya. skrng aku akan mngmbil satu krtas putih ukuran a4 yg kosong dan kita lht apa yg bisa kita lakukan dgnya.skrng,perhtikan apa yg anda lihat?'',ucap sang bijak kpda sang penanya sambil menunjukan kertas a4 itu kpdnya. aku tdk mlht apa apa. hnya krtas a4.semuanya kosong'',jawabnya.
ya,anda benar.''kmdian sang bijak mngmbil spidol htam dan membuat satu titik di tngah kertasnya. kmdian ia mltkn spidol dan mngangkat krtas itu ke hdpan si penanya,seraya berkata,nah..., skrng aqu tlah mmbuat sebuah titik hitam diatas krtas itu. skrng apa yg anda lihat.?''.
aku melihat satu titik hitam,''jwb si penanya dgn spat. ''cobalah pastikan lgi apkh bnar yg anda ktkan? timpal sang bijak. tdk salah lgi, sebuah titik htam,'' jwb si penannya ''coba lgi pastikan.benarkah?timpal sang bijak.
ya,sebuah titik hitam.tak salah,''jwb si penanya dgn yakiinya.bersambung.