Keutamaan Tak Berputus Asa untuk Bertaubat
walau Berulangkali Jatuh Lagi dalam Maksiat
oleh
Kisah Para
Pendahulu Yang Sholeh pada 11 Oktober 2010 pukul 13:23 ·
Terkadang kita
dibisikkan putus asa oleh syaithan bahwa dosa kita tidak akan lagi
diterima oleh Allah swt dan menanamkan perasaan bahwa kita telah
mempermainkan Allah dengan dosa yang kembali terulang setelah taubat.
Adalah kita semua makhluk yang lemah dalam menahan godaan tanpa
rahmat-Nya dan Allah benar-benar tahu hal itu. Inilah kami sarikan
beberapa pesan mulia dari Rasulullah saw dan pengikutnya.
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra bahwa dia mendengar Rasulullah saw berkata :
Ada seorang hamba jatuh dalam dosa lalu dia berkata, " Tuhanku, aku telah melakukan dosa, ampunilah aku. " Maka Tuhannya berkata, " hamba-Ku ini tahu bahwa dia memiliki Tuhan yang bisa mengampuni dosa dan menghukum dosa. " Maka Allah pun memaafkannya. Lalu berselanglah waktu selama yang dikehendaki Allah, lalu dia berbuat dosa lagi maka dia pun berkata, " Tuhan, aku berbuat dosa lagi ampunilah aku. " Maka Tuhannya berkata, " hamba-Ku ini tahu bahwa dia memiliki Tuhan yang bisa mengampuni dosa dan menghukum dosa. " Maka Allah pun memaafkannya. Lalu berlalulah waktu sampai yang Allah kehendaki dan hamba ini kembali melakukan dosa, maka dia berkata, " Tuhan, aku berbuat dosa lagi ampunilah aku. " Maka Tuhannya berkata, " hamba-Ku ini tahu bahwa dia memiliki Tuhan yang bisa mengampuni dosa dan menghukum dosa. Aku telah mengampuni dosanya maka berbuatlah sekehendaknya " (H.R Bukhari- Muslim) Ibn Rajab berkata : maksudnya selama dalam keadaan begitu (selalu bertaubat setiap berbuat salah).
Diriwayatkan At Tirmidzi dari jalan riwayat Abu Bakar ra : tidak dicap sebagai orang yang gemar berbuat dosa orang yang selalu bertaubat setiap kali berbuat dosa, walau dia berulang kali jatuh dalam dosa 70 kali sehari. Diriwayatkan Al Hakim seseorang bertanya," wahai Rasulullah seseorang berbuat dosa ? " Rasulullah saw menjawab, " dosanya dicatat. " Orang itu berkata, " tapi dia kemudian memohon ampun ." Rasulullah saw menjawab, " dia diampuni dan diterima taubatnya. " Orang itu berkata lagi, " tapi dia kemudian berbuat dosa lagi ? " Rasul saw menjawab, " dicatat dosanya." Orang itu berkata, " tapi dia memohon ampun lagi. " Rasul saw berkata, " dia diampuni dan diterima taubatnya Allah tak pernah bosan (mengampuni) sampai kalian sendiri yang menjadi bosan (meminta ampun). "
Diriwayatkan dari Anas ra, seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw, ' wahai Rasulullah saya melakukan dosa, ' Rasul pun berkata, ' minta ampunlah. ' Laki-laki itu berkata lagi, ' aku sudah minta ampun tapi kemudian aku melakukan dosa lagi, ' Rasul pun berkata, ' kalau kamu mengulanginya, maka minta ampunlah lagi, ' Laki-laki itu kembali berkata, ' aku sudah meminta ampun lagi tapi kemudian aku jatuh lagi pada dosa, ' Rasul pun berkata, ' Kalau kamu melakukannya lagi, maka ulangilah minta ampun untuk yang ketiga kalinya atau keempat kalinya sampai syaitanlah yang menjadi capek (lemah) ' (H.R Ibn Abi Dunya). Ali ib Abi Thalib ra berkata, " aku sangat berharap rasa penyesalan itu adalah taubat. " (At Taubat Ibn Abi Dunya)
Ada seseorang berkata pada Imam Hasan Al Bashri : tidakkah kita malu pada Allah kita meminta ampun lalu berbuat dosa lagi, kita meminta ampun lagi lalu berbuat dosa lagi. Beliau berkata, setan senang kalau ada perasaan seperti itu pada kalian. Janganlah kalian bosan meminta ampun pada Allah, menurutku itu adalah akhlak seorang mukmin (setiap kali berdosa meminta ampun). Imam Al Ghazali berpesan janganlah berhenti meminta ampun walau terus menerus berbuat dosa, siapa tahu Allah mewafatkan kita dalam keadaan kita meminta ampun. -- Sesungguhnya Allah maha memberi rahmat dan Allah selalu mendahulukan kasih sayangnya daripada murkanya. Abu Yusuf berkata : aku mendengar Abu Utsman Al Hindi berkata : tidak ada dalam Al Qur'an sebuah ayat pun yang lebih memotivasiku dan memberikan harapan selain ayat ini -- Dan ada pula orang yang mengakui dosa2 mereka, mereka mencampuradukkan perbuatan baik mereka dengan perbuatan buruk. Mudah2an Allah menerima taubat mereka sesungguhnya Allah maha pengampun lagi penyayang --(Ibn Abi Dunya). Abu Laits Samarqandi berpesan agar kita juga tidak meninggalkan mengingat Allah walau hanya baru sebatas ucapan lisan dan belum benar-benar masuk ke dalam hati - termasuk mengucap astaghfirullah - mudah-mudahan dengan itu Allah memberi taufik rasa menyesal dalam hati dan taubat yang sebenarnya. Meninggalkan amal zhahir karena belum mampu melibatkan hatinya adalah tipu daya syaithan sebagaiman pesan Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr. Wallahu A'lam
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra bahwa dia mendengar Rasulullah saw berkata :
Ada seorang hamba jatuh dalam dosa lalu dia berkata, " Tuhanku, aku telah melakukan dosa, ampunilah aku. " Maka Tuhannya berkata, " hamba-Ku ini tahu bahwa dia memiliki Tuhan yang bisa mengampuni dosa dan menghukum dosa. " Maka Allah pun memaafkannya. Lalu berselanglah waktu selama yang dikehendaki Allah, lalu dia berbuat dosa lagi maka dia pun berkata, " Tuhan, aku berbuat dosa lagi ampunilah aku. " Maka Tuhannya berkata, " hamba-Ku ini tahu bahwa dia memiliki Tuhan yang bisa mengampuni dosa dan menghukum dosa. " Maka Allah pun memaafkannya. Lalu berlalulah waktu sampai yang Allah kehendaki dan hamba ini kembali melakukan dosa, maka dia berkata, " Tuhan, aku berbuat dosa lagi ampunilah aku. " Maka Tuhannya berkata, " hamba-Ku ini tahu bahwa dia memiliki Tuhan yang bisa mengampuni dosa dan menghukum dosa. Aku telah mengampuni dosanya maka berbuatlah sekehendaknya " (H.R Bukhari- Muslim) Ibn Rajab berkata : maksudnya selama dalam keadaan begitu (selalu bertaubat setiap berbuat salah).
Diriwayatkan At Tirmidzi dari jalan riwayat Abu Bakar ra : tidak dicap sebagai orang yang gemar berbuat dosa orang yang selalu bertaubat setiap kali berbuat dosa, walau dia berulang kali jatuh dalam dosa 70 kali sehari. Diriwayatkan Al Hakim seseorang bertanya," wahai Rasulullah seseorang berbuat dosa ? " Rasulullah saw menjawab, " dosanya dicatat. " Orang itu berkata, " tapi dia kemudian memohon ampun ." Rasulullah saw menjawab, " dia diampuni dan diterima taubatnya. " Orang itu berkata lagi, " tapi dia kemudian berbuat dosa lagi ? " Rasul saw menjawab, " dicatat dosanya." Orang itu berkata, " tapi dia memohon ampun lagi. " Rasul saw berkata, " dia diampuni dan diterima taubatnya Allah tak pernah bosan (mengampuni) sampai kalian sendiri yang menjadi bosan (meminta ampun). "
Diriwayatkan dari Anas ra, seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw, ' wahai Rasulullah saya melakukan dosa, ' Rasul pun berkata, ' minta ampunlah. ' Laki-laki itu berkata lagi, ' aku sudah minta ampun tapi kemudian aku melakukan dosa lagi, ' Rasul pun berkata, ' kalau kamu mengulanginya, maka minta ampunlah lagi, ' Laki-laki itu kembali berkata, ' aku sudah meminta ampun lagi tapi kemudian aku jatuh lagi pada dosa, ' Rasul pun berkata, ' Kalau kamu melakukannya lagi, maka ulangilah minta ampun untuk yang ketiga kalinya atau keempat kalinya sampai syaitanlah yang menjadi capek (lemah) ' (H.R Ibn Abi Dunya). Ali ib Abi Thalib ra berkata, " aku sangat berharap rasa penyesalan itu adalah taubat. " (At Taubat Ibn Abi Dunya)
Ada seseorang berkata pada Imam Hasan Al Bashri : tidakkah kita malu pada Allah kita meminta ampun lalu berbuat dosa lagi, kita meminta ampun lagi lalu berbuat dosa lagi. Beliau berkata, setan senang kalau ada perasaan seperti itu pada kalian. Janganlah kalian bosan meminta ampun pada Allah, menurutku itu adalah akhlak seorang mukmin (setiap kali berdosa meminta ampun). Imam Al Ghazali berpesan janganlah berhenti meminta ampun walau terus menerus berbuat dosa, siapa tahu Allah mewafatkan kita dalam keadaan kita meminta ampun. -- Sesungguhnya Allah maha memberi rahmat dan Allah selalu mendahulukan kasih sayangnya daripada murkanya. Abu Yusuf berkata : aku mendengar Abu Utsman Al Hindi berkata : tidak ada dalam Al Qur'an sebuah ayat pun yang lebih memotivasiku dan memberikan harapan selain ayat ini -- Dan ada pula orang yang mengakui dosa2 mereka, mereka mencampuradukkan perbuatan baik mereka dengan perbuatan buruk. Mudah2an Allah menerima taubat mereka sesungguhnya Allah maha pengampun lagi penyayang --(Ibn Abi Dunya). Abu Laits Samarqandi berpesan agar kita juga tidak meninggalkan mengingat Allah walau hanya baru sebatas ucapan lisan dan belum benar-benar masuk ke dalam hati - termasuk mengucap astaghfirullah - mudah-mudahan dengan itu Allah memberi taufik rasa menyesal dalam hati dan taubat yang sebenarnya. Meninggalkan amal zhahir karena belum mampu melibatkan hatinya adalah tipu daya syaithan sebagaiman pesan Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr. Wallahu A'lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar